Rabu, 31 Maret 2010

Kurikulum Ekonomi SMA/MA versi Mahasiswa 2

Read More......

ANALISIS KTSP

KTSP merupakan kurikulum kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan dan silabus.

KTSP merupakan pengembangan dari KBK. Dengan kata lain esensi, isi dan arah pengembangan sama dengan KBK yaitu tercapainya paket-paket kompetensi dasar, yaitu:

· Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.

· Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.

· Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.

· Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.

· Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.

Namun, terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan KBK, bahwa sekolah/lembaga pendidikan diberi kewenangan penuh menyususn rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan, mulai dari tujuan, visi misi, struktur dan muatan kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan hingga pengembangan silabusnya.

KTSP memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan KBK, yaitu sebagai berikut:

1. Pemberian otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan

2. Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi

3. Kepemimpinan yang demokratis dan profesional

4. Team-work yang kompak dan transparan

5. Sistem informasi yang jelas.

KTSP ini mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 2006, sehingga belum terlihat dengan pasti apakah kurikulum ini sudah berhasil atau tidak. Sebenarnya kita tidak bisa menyebutkan setiap kurikulum yang diterapkan di Indonesia baik atau tidak. Karena dalam setiap penetapannya, Indonesia selalu meniru kurikulum yang sukses di Negara lain tanpa memperhatikan kondisi pendidikan yang terjadi dan tanpa memilah milih jenis kurikulum yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dalam hal ini peserta didik seolah-olah dijadikan “kelinci percobaan” dari uji coba kurikulum yang diterapkan oleh para ahli pendidikan/kurikulum.

Di Indonesia pergantian kurikulum bukan lagi hal yang aneh. Hal ini didasarkan pada alasan ingin mencari kurikulum yang terbaik. Padahal hal tersebut justru akan menghambat kemajuan pendidikan di Indonesia. Bagaimana pendidikan di Indonesia ini bisa maju apabila pemerintah dan para ahli kurikulumnya sendiri tidak konsisten dan merasa ”kebingungan” mencari kurikulum yang sesuai dengan kondisi di Indonesia. Sebelum keberhasilan kurikulum itu terlihat, Indonesia dengan cepatnya mengubah kurikulum yang lama dengan kurikulum yang baru karena tergiur oleh keberhasilan kurikulum yang diterapkan oleh negara-negara lain. Padahal Indonesia tidak bisa mengasumsikan kalau dirinya bisa meraih kesuksesan yang sama dengan negara lain karena jelas terdapat banyak perbedaan antara kondisi Indonesia dengan negara lain.

Seperti halnya dalam KTSP, masih banyak pihak di lembaga pendidikan terutama di sekolah-sekolah yang merasa terbebani. Karena tujuan dari KTSP ini adalah menjadikan peserta didik yang berkompeten untuk mendukung tujuan tersebut diperlukan fasilitas yang lengkap dan memadai. Sedangkan kondisi lembaga pendidikan di Indonesia saat ini masih sangat memprihatinkan. Banyaknya bangunan sekolah yang sudah tidak layak (banyak yang rusak), ditambah fasilitas sarana dan prasarana yang kurang memadai. Hal ini jelas akan menghambat jalannya proses belajar mengajar, yang pada akhirnya tujuan dari KTSP yaitu peserta didik yang berkompeten tidak akan tercapai.

Dalam KTSP, guru diposisikan sebagai pengembang kurikulum, sehingga guru dituntut untuk membuat indikator sendiri berdasarkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang ada. Namun, kebanyakan guru merasa terbebani untuk membuat indikator sendiri karena mengingat SDM di Indonesia masih rendah.

Kemudian banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penyusunannya maupun prakteknya di lapangan. Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengembangan jam pelajaran akan berdampak pada pengurangan pendapatan guru. Selain itu, kelemahan dari KTSP adalah terlalu banyaknya kompetensi dasar (KD) yang dibuat sehingga memperbanyak tugas guru dalam menyusun indikator.

Dilihat dari standar isi yang terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar, menurut kami urutannya belum tepat atau bisa dikatakan penempatannya belum sesuai dengan tingkat kematangan siswa. Dan juga ada materi yang dihilangkan dalam kurikulum tersebut, padahal menurut kami materi tersebut penting disampaikan kepada peserta didik.

Melihat kelemahan KTSP di atas, maka kami akan mencoba untuk membuat kurikulum versi baru dengan meramu dari KBK dan KTSP berdasarkan ekonomi rakyat, maksudnya disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang ada di Indonesia, dan juga dikaitkan dengan ekonomi syariah sehingga tidak terfokus pada ekonomi barat yang sifatnya kapitalis.

Adapun kurikulum yang kami buat, adalah seperti di bawah ini :

Kelas X, Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi

1.1 Mengidentifikasi kebutuhan manusia

1.2 Mendeskripsikan berbagai sumber ekonomi yang langka dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas

1.3 Mengidentifikasi masalah pokok ekonomi, yaitu tentang apa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi

1.4 Mengidentifikasi biaya peluang

1.5 Mengidentifikasi sistem ekonomi untuk memecahkan masalah ekonomi

2. Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan pasar

2.1 Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran

2.2 Menjelaskan hukum permintaan dan hukum penawaran serta asumsi yang mendasarinya

2.3 Mendeskripsikan pengertian harga dan jumlah keseimbangan

2.4 Mendeskripsikan pengertian elastisitas dan macam-macam elastisitas serta menghitung elastisistas permintaan dan penawaran dengan menggunakan tabel grafik dan matematis

2.5 Mendeskripsikan berbagai bentuk pasar barang

2.6 Mendeskripsikan pasar input

3 Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi konsumen dan produsen

3.1 Mendeskripsikan pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi

3.2 Mendeskripsikan Circulair Flow Diagram

3.3 Mendeskripsikan peran konsumen dan produsen

Kelas X , Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

4. Memahami Konsumsi dan Investasi

4.1 Mendeskripsikan fungsi konsumsi dan fungsi tabungan

4.2 Mendeskripsikan kurva permintaan investasi

5. Memahami manajemen badan usaha dalam perekonomian nasional

5.1 Menjelaskan unsur-unsur manajemen

5.2 Menjelaskan fungsi manajemen dalam pengelolaan badan usaha

5.3 Mendeskripsikan peran badan usaha dalam perekonomian Indonesia

6. Memahami pengelolaan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah & kewirausahaan

6.1 Menjelaskan pengertian KUKM dan kewirausahaan

6.2 Mendeskripsikan cara pengembangan KUKM dan koperasi sekolah

6.3 Mendeskripsikan kondisi KUKM di Indonesia

6.4 Mendeskripsikan cara pengelolaan koperasi siswa

6.5 Mendeskripsikan peran dan jiwa kewirausahaan

Kelas XI, Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami teori-teori dari para tokoh ekonomi dunia

1.1 Mendeskripsikan teori-teori dari para tokoh ekonomi dunia

1.2 Mendeskripsikan aliran atau mazhab teori ekonomi

2. Memahami sistem ekonomi

2.1 Menjelaskan sistem ekonomi secara umum

2.2 Memahami perbedaan sistem ekonomi konvensional dan sistem ekonomi syariah

3. Memahami pendapatan nasional

3.1 Menjelaskan konsep PDB, PDRB, PNB dan PN

3.2 Menjelaskan manfaat perhitungan pendapatan nasional

3.3 Membandingkan PDB dan pendapatan perkapita Indonesia dengan negara lain

3.4 Mengidentifikasi manfaat perhitungan pendapatan nasional

4. Memahami APBN dan APBD

4.1 Menjelaskan pengertian, fungsi, tujuan APBN dan APBD

4.2 Mengidentifikasi sumber-sumber penerimaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah

4.3 Mendeskripsikan kebijakan pemerintah di bidang fiskal

4.4 Mengidentifikasi jenis-jenis pengeluaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah

5. Mendeskripsikan kebijakan pemerintah di bidang fiskal dan moneter, serta pengaruhnya terhadap perekonomian

5.1 Mendeskripsikan pajak dan fungsinya

5.2 Membedakan pajak dengan pungutan resmi lainnya sebagai sumber pendapatan negara dan daerah

5.3 Memberi contoh cera menghitung pajak(PPh, PPN, dan PBB) sesuai dengan UU yang berlaku

5.4 Mendeskripsikan kebijakan fiskal dan moneter

5.5 Mengidentifikasi jenis-jenis kebijhakan fiskal dan moneter

Kelas XI, Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

6. Memahami uang dan perbankan serta LKBB

6.1 Menjelaskan konsep permintaan dan penawaran uang

6.2 Membedakan peran bank umum, bank sentral, bank syariah dan BPR

6.3 Mendeskripsikan LKBB konvensional dan LKBB syariah

6.4 Memahami cara pengelolaan Bank dan LKBB syariah

7. Memahami sistem keuangan

7.1 Menjelaskan pengertian sistem keuangan ekonomi syariah

7.2 Mengenal istilah-istilah dalam sistem keuangan ekonomi syariah

7.3 Memahami perbedaan antara riba, bunga, dan bagi hasil (sistem keuangan ekonomi syariah)

8. Memahami harta dalam konteks ekonomi syariah

8.1 Menjelaskan pengertian tentang zakat, wakaf, hibah, hadiah dan warisan

8.2 Mengidentifikasi rukun dan syarat dari harta tersebut

Kelas XII, Semester 1 dan 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami indeks harga dan inflasi

1.1 Mendeskripsikan indeks harga dan inflasi

1.2 Mendeskripsikan penyebab terjadinya inflasi dan cara mengatasinya

2. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi

2.1 Mengklasifikasi ketenagakerjaan

2.2 Mendeskripsikan tujuan pembangunan

2.3 Mendeskripsikan proses pertumbuhan ekonomi

2.4 Mendeskripsikan pengangguran serta dampaknya terhadap pembangunan nasional

3. Memahami perekonomian terbuka

3.1 Mengidentifikasi manfaat keuntungan dan faktor-faktor pendorong perdagangan internasioal

3.2 Mengidentifikasi kurs tukar valuta asing dan neraca pembayaran

3.3 Menjelaskan konsep tarif, kuota, larangan ekspor, larangan impor, subsidi, premi, diskriminasi harga dan dumping

3.4 Menjelaskan pengertian devisa, fungsi sumber-sumber devisa dan tujuan penggunaannya